Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  
Klinik Keuangan Kontan
Beragam masalah keuangan bisa ditanyakan di sini

Reksadana untuk dana pendidikan anak

Saya karyawan yang baru memulai investasi di reksadana karena dalam waktu dekat ini akan mempunyai 2 anak sehingga tanggung jawab masa depan akan lebih terasa. Saya sudah punya reksadana di pasar uang, pendapatan tetap dan saham. Saat ini, reksadana yang saya miliki di tiga jenis reksadana tadi dengan MI yang berbeda-beda. Tujuan investasi di reksadana saham adalah untuk pendidikan anak kedua, untuk pasar uang dan pendapatan tetap tujuannya untuk pendidikan anak pertama yang kurang lebih tiga tahun lagi masuk SD. Yang mau saya tanyakan, apakah saya harus membeli reksadana lain di luar tiga reksadana yang saya sudah punya? Karena saya ingin mendapatkan return yang maksimal. Apakah investasi saya di atas sudah tepat? Mohon maaf jika kepanjangan dan terima kasih atas jawabannya.

Jawaban

Salam Bapak Riki,

Saya salut Bapak sudah mulai menyiapkan dana pendidikan anak dengan berinvestasi di reksadana, apalagi sejak si kecil masih di dalam kandungan. Saya berharap semua orangtua bisa melakukan hal yang sama seperti Bapak, agar masa depan pendidikan anak dan pengelolaan keuangan rumah tangga lebih terencana. Mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah salah satu tujuan terpenting dalam perencanaan keuangan keluarga. Kenapa? Karena, selain kita pasti ingin memberikan yang terbaik kepada anak kita, biaya sekolah juga makin lama makin mahal, dan kenaikan biayanya jauh di atas laju inflasi yang biasa kita kenal (4-5% per tahun).

 Secara umum, rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia di atas 10% per tahun, tergantung pilihan sekolah/perguruan tingginya. Saran pertama saya untuk Bapak adalah mencari tahu berapa persen kenaikan biayanya setiap tahun. Cara untuk mengetahui berapa persen inflasi pendidikan di masing-masing sekolah adalah dengan membandingkan biaya masuk tahun ini dengan biaya masuk tahun lalu.

 Sebagai ilustrasi, biaya masuk ke SD Apel saat ini adalah Rp 15 juta. Sementara biaya masuk tahun lalu adalah Rp 13 juta. Maka kita bisa hitung kenaikan biayanya atau inflasi biaya pendidikan di SD Apel adalah:

 (Rp 15 juta – Rp 13 juta) : Rp 13 juta = 15,4%.

 Dari angka inflasi SD Apel di atas terlihat bahwa memanfaatkan tabungan dan deposito untuk mempersiapkan dana pendidikan, jelas tidak cukup. Harus kita pastikan agar uang kita tumbuh dengan lebih optimal agar bisa mengejar angka inflasi tersebut. Keputusan Bapak untuk memanfaatkan reksadana sangatlah tepat.

Saran kedua saya, sebaiknya Bapak menyiapkan dana pendidikan hingga jenjang pendidikan terakhir yang Bapak harapkan, untuk masing-masing anak. Bila Bapak menginginkan anak-anak Bapak mengenyam pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana, maka masing-masing anak harus kita persiapkan biaya pendidikannya hingga jenjang perguruan tinggi, mulai sedini mungkin. Manfaatnya, selain Bapak bisa lebih memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak Bapak hingga akhir, dana yang Bapak investasikan dapat tumbuh secara lebih optimal dalam jangka panjang. Kalau disiapkan dalam jangka waktu yang singkat, tentunya Bapak akan tergopoh-gopoh mengejar ketersediaan dananya.

Sekarang, mari kita bahas strategi mempersiapkan dana pendidikan anak dengan reksadana.

Kita mengenal ada empat jenis reksadana, yaitu reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana pasar uang. Seluruh jenis reksadana tersebut dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Khusus untuk Pak Riki, di bawah ini saya beri sedikit saran pemilihan jenis reksadana yang bisa Bapak gunakan untuk menyiapkan dana pendidikan kedua anak Bapak (tidak termasuk pendidikan TK dan taman bermain).

Untuk anak pertama:

Jenjang pendidikan

Usia masuk sekolah

 

Usia anak pertama saat ini

Jangka waktu persiapan dana

Saran pemilihan jenis

reksa dana awal

SD

6

-

3

3

Reksa dana pendapatan tetap

SMP

12

-

3

9

Reksa dana saham

SMA

15

-

3

12

Reksa dana saham

Perguruan tinggi

18

-

3

15

Reksa dana saham

Untuk anak kedua:

Jenjang pendidikan

Usia masuk sekolah

 

Usia anak kedua saat ini

Jangka waktu persiapan dana

Saran pemilihan jenis

reksa dana awal

SD

6

-

0

6

Reksa dana saham

SMP

12

-

0

12

Reksa dana saham

SMA

15

-

0

15

Reksa dana saham

Perguruan tinggi

18

-

0

18

Reksa dana saham

Pemilihan jenis reksadana ditentukan oleh kapan dana tersebut akan digunakan. Semakin mendekati saat digunakan, maka tingkat risiko investasi harus dikurangi (de-risking); hal ini harus dilakukan agar dana yang akan segera digunakan tidak lagi berfluktuasi tinggi sehingga jumlahnya lebih mudah dipastikan kecukupannya. Proses de-risking ini dilakukan secara bertahap, dengan panduan di bawah ini:

Waktu menjelang penggunaan dana

Penempatan awal

Pindahkan ke

5 tahun

Reksa dana saham

Reksa dana campuran

3 tahun

Reksa dana campuran

Reksa dana pendapatan tetap

1 tahun

Reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pasar uang

Untuk dana pendidikan SD anak pertama, karena waktu persiapan dananya tinggal 3 tahun lagi, maka pemilihan Bapak akan reksadana pendapatan tetap dan kemudian dialihkan ke reksadana pasar uang, sudah tepat.

Semoga informasi ini bermanfaat dan dana pendidikan anak-anak Pak Riki dapat tercukupi dengan investasi di reksadana. Selamat memanfaatkan nikmatnya berinvestasi di reksadana.

 

 

 

 

 

 


Pertanyaan lainnya

Penasaran? tanyakan saja




Feedback   ↑ x