Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  
Klinik Keuangan Kontan
Beragam masalah keuangan bisa ditanyakan di sini

Khawatir terkena reksadana bodong

Salam Pak Legowo. Saya sudah lama berniat investasi. Tapi masih khawatir karena sekarang banyak kasus investasi bodong. Sebenarnya, apa manfaat reksadana? Dan apa bedanya investasi saham dengan reksadana saham? Bagi newbie seperti saya, reksadana apa yang Anda sarankan?

 

Jawaban

Halo, Ibu Wattie.  Terima kasih sudah menyampaikan pertanyaannya di forum ini.  Saya sering bertemu dengan orang yang memiliki permasalahan yang sama seperti Anda: khawatir berinvestasi karena maraknya investasi bodong.  Anda tidak sendirian, dan semoga jawaban ini juga bermanfaat bagi para calon investor yang lain.

Minggu lalu kita baru saja membahas mengenai apakah aman membeli reksa dana melalui jalur online?  Saya sampaikan bahwa reksadana adalah produk investasi yang aman, karena diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Ingat, percayakan investasi Anda hanya di tangan perusahaan manajer investasi yang terdaftar di OJK dan memiliki rekam jejak yang baik.  Selain itu, pastikan bahwa rekening tujuan transfer dana investasi adalah rekening atas nama reksadana itu sendiri. 

Reksa dana pasar uang, reksa dana bagi pemula

Jenis reksadana yang paling dikenal masyarakat adalah reksadana saham.  Sehingga, tidak jarang orang yang belum pernah berinvestasi di reksadana pun langsung menanyakan perbedaan antara berinvestasi di reksadana saham dengan berinvestasi secara langsung di saham.  Bagi pemula, orang yang baru ingin mulai berinvestasi di reksadana, saya tidak menganjurkan langsung berinvestasi di reksadana saham.  Pilihan yang tepat bagi pemula adalah reksadana pasar uang. 

Tingkat risiko reksadana pasar uang paling rendah di antara semua jenis reksadana.  Inilah alasan utama kenapa reksadana pasar uang cocok bagi investor pemula, yang biasa menempatkan dananya pada tabungan dan deposito.  Sementara reksadana saham memiliki risiko yang paling tinggi di antara semua jenis reksadana. 

Dengan tingkat risiko yang paling rendah, tentunya imbal hasil investasinya pun lebih rendah bila dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya (dalam investasi berlaku hukum high risk - high return dan low risk - low return).  Namun, secara historis, imbal hasil reksadana pasar uang dapat bersaing dengan suku bunga deposito. 

Beberapa keunggulan reksa dana pasar uang, diantaranya:

  1. Terjangkau. Cukup dengan dana Rp 100.000, Anda sudah bisa menjadi investor reksa dana dan mendapatkan potensi imbal hasil yang bersaing dengan deposito.

  2. Fleksibilitas tinggi, mirip tabungan

  3. Reksadana pasar uang dapat Anda beli, tambah, atau dicairkan kapan saja. Tidak ada jatuh temponya.

  4. Reksadana pasar uang dapat dicairkan sebagian. Sementara jika di deposito, saat Anda akan mencairkan dana, Anda harus mencairkan seluruhnya (sejumlah dana yang tercantum dalam bilyet deposito). Jadi, Anda dapat mencairkan sesuai kebutuhan dana Anda.

  5. Pada reksadana pasar uang, tidak ada biaya pembelian dan pencairan unit penyertaan. Kalau di tabungan kita masih kena biaya bulanan kan ya?

  6. Bukan alat pembayaran. Hasil pencairan reksadana pasar uang Anda akan masuk di rekening Anda dalam 1-2 hari. Artinya, tidak bisa digunakan seperti ATM atau kartu debit untuk membayar belanja Anda. Jadi, reksadana pasar uang akan membantu kita agar tidak sering belanja secara impulsif

  7. Transparan. Fund fact sheet yang diterbitkan setiap bulan menunjukkan transparansi pengelolaan dana investasi di reksadana. Di dalam fund fact sheet dapat terlihat alokasi penempatan dana yang dilakukan oleh manajer investasi.

  8. Reksadana bukan objek pajak. Dengan tambahan faktor ini, reksadana pasar uang bisa memberikan potensi imbal hasil yang semakin menarik dibanding deposito.

Saya sarankan Anda untuk memanfaatkan reksadana pasar uang sebagai sarana untuk mempelajari seluk-beluk reksadana.  Pindahkan sebagian dana yang Anda simpan di tabungan atau deposito ke reksadana pasar uang.  Setelah itu jangan didiamkan saja. Coba lakukan pencairan dana dan lakukan penambahan dana.  Dengan begitu Anda bisa mempelajari mekanisme berinvestasi di reksa dana sekaligus membuktikan berbagai keunggulan reksa dana pasar uang yang sudah saya sampaikan.             

Reksa dana saham vs saham

Berinvestasi melalui reksadana saham tentunya berbeda dengan membeli saham secara langsung.  Investasi di reksadana saham dapat menjadi pilihan bagi investor yang tidak memiliki waktu, pengetahuan, akses, dan modal yang cukup untuk berinvestasi secara langsung di saham. 

Secara ringkas, beberapa keunggulan reksadana saham dibandingkan investasi langsung di saham, diantaranya:

  1.    Terjangkau

Dengan dana Rp 100.000, Anda sudah bisa menikmati potensi pertumbuhan pasar saham Indonesia melalui reksa dana saham.  Kalau berinvestasi secara langsung di saham, Anda harus memiliki dana yang cukup besar, karena minimum pembeliannya adalah 1 lot atau 100 lembar saham.

  1.    Diversifikasi

Melalui reksadana saham, Rp 100.000 Anda langsung diinvestasikan pada beragam saham dari berbagai sektor. 

  1.    Anti repot

Reksadana saham dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan telah berpengalaman, serta didukung oleh riset yang mendalam.  Manajer investasi yang akan memilihkan saham-saham mana saja yang berpotensi memberikan keuntungan.  Anda tidak perlu repot memantau pergerakan harga setiap waktu.  Anda juga dapat mengikuti perkembangan reksadana saham Anda melalui laporan berkala yang transparan.

 

Semoga setelah ini Anda bisa segera mulai mewujudkan niat Anda untuk berinvestasi.  Rasakan nikmatnya investasi di reksadana!


Pertanyaan lainnya

Penasaran? tanyakan saja




Feedback   ↑ x