Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  
Klinik Keuangan Kontan
Beragam masalah keuangan bisa ditanyakan di sini

Nasib reksadana jika ekonomi bergejolak

Halo Pak Antony,

Nama saya Bambang Wicaksono. Saya baru berinvestasi di reksadana sekitar 1,5 tahun. Tujuan dari reksadana saya adalah untuk tabungan pendidikan anak saya yang sekarang masih play group. Pertanyaan saya, bagaimana bila kondisi ekonomi tiba-tiba bergejolak. Apa yang perlu dilakukan menghadapi situasi ini? Menjual, mendiamkan saja atau malah menambah investasi? Mohon sarannya ya Pak Antony. Terima kasih sebelumnya.

Jawaban

Salam Pak Bambang,

Senang rasanya mendengar bahwa Bapak sudah menggunakan reksadana sebagai salah satu instrumen investasi untuk dana pendidikan anak di masa mendatang. Jika boleh kami asumsikan, dana investasi ini akan digunakan untuk mendanai anak masuk Perguruan Tinggi (PT) dalam jangka waktu 15 tahun ke depan. Jika asumsi ini benar, maka jenis reksadana yang cocok adalah reksadana saham atau reksadana campuran. Keduanya memiliki potensi return yang tinggi namun juga risiko volatilitas harga yang tinggi, sehingga memang disarankan jangka waktu investasi yang panjang.

Satu hal yang perlu kami ingatkan adalah pentingnya untuk disiplin dalam berinvestasi.  Dalam perencanaan keuangan keluarga, sebaiknya Bapak meng-klasifikasikan dengan jelas mana dana untuk konsumsi dan pembayaran kewajiban, mana dana untuk tabungan/likuiditas jangka pendek, dan mana dana untuk investasi jangka panjang. Jika hal ini sudah diterapkan, mari kita telaah pertanyaan Bapak lebih dalam.

Kondisi ekonomi yang bergejolak dapat menyebabkan turunnya harga pasar dari reksadana yang Bapak miliki. Tentu saja ini cukup menimbulkan keresahan jika tiba-tiba Bapak membutuhkan dana yang sedang diinvestasikan. Namun jika Bapak sudah meng-klasifikasikan dana ini untuk investasi jangka panjang, rasa kekhawatiran akan berkurang dan digantikan dengan objektivitas jangka panjang. Ketika Bapak berinvestasi untuk jangka panjang, tentunya juga didasari atas kepercayaan bahwa ekonomi kita akan baik dalam 15-20 tahun ke depan dan tentunya reksadana akan menghasilkan kinerja yang baik didorong oleh perekonomian yang baik ini. Berdasarkan view yang bullish 15-20 tahun ke depan ini, tentunya setiap koreksi harga akibat gejolak ekonomi jangka pendek adalah kesempatan untuk membeli reksadana dengan harga yang lebih murah. Jika kita disiplin dan konsisten dengan objektif jangka panjang kita dalam berinvestasi, ketika harga reksadana terkoreksi, kita bisa lebih berani untuk menambah investasi ketimbang mengedepankan kekhawatiran dan menjual investasi di saat yang kurang tepat.

Pada prakteknya, karena kita sibuk dengan pekerjaan sehari-hari, tentu sulit untuk memantau keadaan pasar secara terus menerus dan melakukan “market timing” dalam berinvestasi. Solusi yang bijaksana menurut kami adalah dengan menerapkan sistem investasi “cicilan per bulan (autodebet)” atau rupiah averaging cost method. Dengan metode ini, secara otomatis jumlah uang yang disisihkan setiap bulannya akan membeli lebih banyak unit reksadana ketika harga turun (buy more when cheap) dan sebaliknya membeli lebih sedikit unit ketika harga reksadana tinggi (buy less when expensive). Dengan disiplin menyisihkan uang setiap bulannya, mudah-mudahan objektif investasi jangka panjang akan dapat tercapai dan Bapak dapat menyikapi fluktuasi harga pasar dengan efektif.

Semoga jawaban kami cukup jelas dan berguna bagi Pak Bambang. Selamat mencoba dan semoga sukses berinvestasi untuk dana pendidikan anak tercinta.



Pertanyaan lainnya

Penasaran? tanyakan saja




Feedback   ↑ x