Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  
Klinik Keuangan Kontan
Beragam masalah keuangan bisa ditanyakan di sini

Masih meragukan halal-haram reksadana

Pak Legowo yang berbahagia. Saya Heri. Saya ingin menanyakan tentang halal dan haramnya investasi reksa dana, karena saya masih ragu hukumnya. Terima kasih.

Jawaban

Assalamualaikum, Pak Heri

Salam kenal dan terima kasih atas pertanyaannya.  

Dalam perjalanan saya selama ini mempromosikan pentingnya kita berinvestasi sejak dini, sambil memperkenalkan produk pasar modal yang bernama reksadana, ternyata tidak sedikit masyarakat kita yang masih ragu untuk berinvestasi di reksadana, ada yang ragu tentang keamanannya, ada juga yang ragu apakah reksadana itu amanah.

Industri keuangan kita sebenarnya telah menyediakan beragam produk keuangan, sehingga kita bisa memilih solusi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan yang nyaman di hati nurani kita masing-masing.  Bagi yang menginginkan produk yang amanah, industri keuangan syariah kita telah menyediakan berbagai alternatif solusi, baik yang ditawarkan oleh perbankan syariah, industri keuangan non bank syariah, maupun oleh industri pasar modal syariah.  Pasar modal syariah menawarkan produk-produk investasi saham syariah, obligasi syariah atau dikenal dengan sukuk, dan reksadana syariah.

Apa beda reksadana syariah dan reksadana biasa atau reksadana konvensional?  Sedikit mengulang apa itu reksadana, reksadana adalah wadah yang menampung dana yang dikumpulkan secara kolektif dari masyarakat, untuk kemudian dikelola dan diinvestasikan oleh manajer investasi ke pasar modal, yaitu ke efek saham, efek pendapatan tetap atau obligasi, dan instrumen pasar uang.

Reksadana syariah adalah reksadana, namun hanya berinvestasi pada efek syariah, artinya oleh manajer investasi dana kita hanya boleh diinvestasikan ke saham-saham syariah, sukuk, dan instrumen pasar uang syariah.  Selain pada batasan investasinya, ada beberapa persyaratan tata kelola yang harus dipenuhi oleh perusahaan manajer investasi yang mengelola reksadana syariah.

Pertama, manajer investasi tersebut harus memiliki Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS).  Kedua, harus memiliki tenaga profesional berizin Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Ketiga, harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS).  Tata kelola inilah yang akan memastikan bahwa dana nasabah benar-benar dikelola sesuai dengan kaidah syariah, antara lain bebas dari “maghrib” (maisir, gharar, dan riba).  Apabila Anda berminat berinvestasi di reksadana syariah, pastikan terlebih dahulu  manajer investasi yang mengelola reksadana tersebut telah memiliki UPIS, ASPM, dan DPS.

Saat ini telah tersedia banyak jenis reksadana syariah yang bisa dipilih oleh para investor, mulai dari reksadana syariah pasar uang, reksadana syariah pendapatan tetap, reksadana syariah sukuk, reksadana syariah saham, dan reksadana syariah saham offshore.  Pembeda beragam jenis reksadana syariah tersebut adalah aset yang ada di dalam portofolio reksadana syariah itu sendiri.   

Investor bisa mulai berinvestasi di reksadana syariah dengan dana Rp 10 ribu.  Namun, ada juga reksadana syariah yang memiliki ketentuan minimum pembelian sebesar Rp 100 ribu, bahkan USD 10 ribu. 

Melihat angka minimum investasi yang beragam, tentunya investor harus menyesuaikan dengan dana yang dimiliki.  Pilih yang terjangkau dengan kocek Anda.  Jangan sampai hal ini menjadi penghambat bagi Anda untuk mulai berinvestasi.

Tidak berbeda dengan reksadana konvensional, reksadana syariah bisa dibeli melalui perusahaan manajer investasi yang mengelola produk tersebut maupun bank atau perusahaan sekuritas yang telah memiliki izin Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Semoga dengan penjelasan ini Anda jadi tidak ragu lagi untuk berinvestasi di reksadana.  Silakan manfaatkan reksadana syariah untuk investasi Anda. 


Pertanyaan lainnya

Penasaran? tanyakan saja




Feedback   ↑ x