Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  
Klinik Keuangan Kontan
Beragam masalah keuangan bisa ditanyakan di sini

Tiga pertanyaan penting reksadana

Salam kenal Pak Antony,

Saya Razi, seorang karyawan swasta. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan terkait Reksa Dana.

1. Kenapa reksadana bisa naik ketika deposito turun?
2. Berdasarkan apa kita menentukan prosentase masuk reksadana fixed income berbanding reksadana saham. Misalnya saja apakah 60:40 atau 50:50?
3. Bagaimana cara mengetahui kapan waktu yang tepat untuk masuk reksadana?

Demikian pertanyaan dari saya.. semoga Pak Antony mau menjawabnya. Terima kasih pak.

Jawaban

Salam Pak Razi,

 

Terima kasih atas pertanyaan yang Bapak ajukan ke kami,

  1. Secara umum performance reksadana bisa berbeda dari suku bunga deposito. Jawaban singkat untuk pertanyaan Bapak adalah bahwa reksadana dan suku bunga deposito didorong oleh faktor-faktor yang berbeda. Faktor yang mempengaruhi penurunan atau kenaikan suku bunga deposito antara lain adalah tingkat likuiditas moneter, inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pergerakan pasar saham dan obligasi yang menjadi underlying reksadana tidak hanya dipengaruhi oleh faktor tersebut, namun juga oleh sentimen pasar dan pertumbuhan laba emiten.

Penurunan suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter ekspansif yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada kondisi ekonomi dengan tingkat suku bunga yang rendah, pertumbuhan laba emiten, terutama saham yang berada di dalam sektor yang sensitive terhadap penurunan suku bunga seperti perbankan dan properti mendapatkan sentimen positif. Hal ini dapat menjelaskan mengapa reksadana saham dapat mengalami kenaikan di saat trend penurunan suku bunga deposito sedang berlangsung. Di lain pihak, penurunan suku bunga menghasilkan capital gain pada instrumen obligasi dan memicu kenaikan performance Reksadana Pendapatan Tetap.

  1. Untuk menentukan prosentase masuk Reksadana Pendapatan Tetap/ Fixed Income berbanding Reksadana Saham, nasabah harus memperhatikan tujuan investasi dan juga risk profile (Konservatif, Moderat, Agresif) masing-masing. Tipe investor konservatif dengan tujuan investasi yang mengutamakan perlindungan nilai pokok investasi dan pembagian hasil yang rutin, kami sarankan untuk berinvestasi lebih banyak pada Reksadana pasar uang ataupun Reksadana Pendapatan Tetap. Tipe investor konservatif biasanya adalah investor dengan usia yang lebih dekat dengan masa pensiun. Tipe investor agresif dengan tujuan investasi yang mengutamakan kenaikan nilai pokok (capital gain) kami sarankan untuk berinvestasi lebih banyak pada Reksa Dana Saham ataupun Reksadana Campuran. Tipe investor agresif biasanya adalah investor dengan usia yang masih jauh dari masa pensiun, sehingga cenderung memiliki toleransi yang tinggi terhadap fluktuasi nilai harga investasi dalam jangka pendek.

3. Ada dua metodologi yang umum digunakan dalam berinvestasi di Reksadana:

a. Market Timing: dengan melakukan analisa pasar secara keseluruhan, investor mencoba untuk memilih waktu yang tepat untuk menginvestasikan dananya secara lump sum (dana diinvestasikan sekaligus). Misalnya, ketika keadaan pasar sedang turun karena ekonomi yang melemah, investor yang berpandangan bahwa ekonomi akan membaik pada akhirnya dapat mencoba memilih “bottom” dan menginvestasikan dananya secara sekaligus.

b. Dollar (Rupiah) Cost Averaging / Reguler Investment: pada metodologi ini investor menyisihkan sejumlah nominal untuk diinvestasikan pada Reksadana setiap bulannya (mencicil). Dengan mencicil dengan nominal yang sama setiap bulannya, investor secara otomatis akan membeli lebih banyak unit penyertaan ketika harga pasar sedang turun (membeli banyak ketika harga murah) dan membeli lebih sedikit unit penyertaan ketika pasar sedang naik (membeli sedikit ketika harga mahal).

Untuk investor pemula yang tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisa pasar dan mencari waktu yang tepat untuk berinvestasi, kami sarankan untuk memulai dengan cara reguler investment atau mencicil.

Semoga jawaban kami cukup jelas dan berguna bagi Pak Razi. Selamat berinvestasi di Reksa Dana dan semoga sukses.


Pertanyaan lainnya

Penasaran? tanyakan saja




Feedback   ↑ x