Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  
Klinik Keuangan Kontan
Beragam masalah keuangan bisa ditanyakan di sini

Bukti kepemilikan reksadana, pentingkah?

Salam sejahtera buat Pak Anthony,

Saya Tika, seorang ibu rumah tangga. Saya sudah mulai berinvestasi dalam dua reksadana sejak tahun lalu. Satu untuk dana darurat dan satu lagi untuk dana pendidikan. Apakah uang yang disetor hanya diendapkan atau diolah Manajer Investasi?
Lalu, apa bukti kepemilikan reksadana yang kita miliki? Karena terkadang saya tidak menerima laporan bulanan investasi reksadana saya. Apakah itu akan bermasalah nantinya?


Terima kasih banyak atas bantuannya

Jawaban

Salam sejahtera juga untuk Ibu Tika,

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan. Kami senang mendengar bahwa reksadana sudah menjadi pilihan investasi Ibu, bahkan Ibu sudah membedakan dana yang diinvestasikan untuk keperluan darurat dan pendidikan.
 
Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang diharapkan memberikan keuntungan kepada pemegang unit penyertaan. Pemegang unit yang membeli reksadana secara tidak langsung telah memberikan kepercayaan kepada Manajer Investasi untuk mengembangkan dananya. Untuk mengembangkannya diperlukan peran tim investasi yang mengelola reksadana tersebut. Kami asumsikan bahwa Ibu sudah membaca/memahami prospektus dari masing-masing reksadana dan juga kredibilitas dari Manajer Investasi dan Timnya. Jika Ibu telah memilih manajer investasi yang kredibel dan diawasi oleh OJK (Lihat pembahasan di klinik kontan sebelumnya dengan judul “Gaji Rp 5 juta, ingin investasi Reksadana”), kami cukup yakin bahwa dana yang disetor tentunya dikelola secara aktif oleh manajer investasi yang bersangkutan.

Berbeda dengan produk perbankan dimana bukti kepemilikan dana biasanya dalam bentuk buku tabungan, sertifikat deposito, atau saldo yang dapat dilihat secara elektronik, ketika kita berinvestasi di reksadana, bukti kepemilikan adalah berupa surat konfirmasi yang dikirim oleh bank kustodian (Bank Umum yang telah mendapat persetujuan OJK untuk menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian, yaitu memberikan jasa penitipan Efek). Dalam surat konfirmasi ini, detil transaksi seperti tanggal pembelian, jumlah investasi, biaya yang dikenakan, NAB per unit, dan lainnya akan dijabarkan dengan jelas. Selain itu nasabah juga akan mendapatkan laporan bulanan yang berisikan seluruh transaksi dan saldo kepemilikan pada akhir bulan.

Apabila pada prakteknya Ibu tidak mendapatkan surat konfirmasi atau laporan bulanan tersebut, ada berbagai kemungkinan penyebabnya. Salah satu yang sering terjadi adalah berbedanya alamat surat menyurat dengan alamat yang di daftarkan pada saat pengisian Formulir Pembukaan Rekening Reksadana, sehingga laporan yang dikirimkan bank kustodian tidak sampai ke alamat surat menyurat Ibu. Jika ibu belum menerima surat konfirmasi ataupun laporan bulanan dari bank kustodian, kami sarankan untuk menghubungi customer service dari Manajer Investasi terkait agar Ibu dapat memastikan permasalahan sebenarnya.

Semoga jawaban kami cukup jelas dan berguna bagi Ibu. Semoga sukses berinvestasi di reksadana.


Pertanyaan lainnya

Penasaran? tanyakan saja




Feedback   ↑ x