Kontan News
  : WIB    --   
indikator  I  
Klinik Keuangan Kontan
Beragam masalah keuangan bisa ditanyakan di sini

Peminat reksadana syariah minim, mengapa?

Salam Pak Antony,

Saya masih meragukan halal/haram reksadana. Tapi, saya sekilas sudah mengetahui adanya reksadana syariah. Pertanyaan saya:

1. Di mana saya bisa memperoleh informasi mengenai reksadana syariah?

2. Apa sebenarnya yang membedakan reksadana konvensional dengan syariah?

3. Berdasarkan informasi yang saya baca, minat investor untuk reksadana syariah masih jauh lebih rendah dibanding reksadana konvensional. Mengapa demikian?

Sekian pertanyaan dari saya. Sukses selalu untuk Pak Antony.

Salam, Dwi Raditya

Jawaban

Salam Pak Dwi,

Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan. Reksadana Syariah adalah Reksadana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal dimana peraturan pelaksanaan dan pengelolaannya tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal. Dalam hal ini, Reksadana Syariah menempatkan asetnya pada aset-aset keuangan Syariah.

1. Informasi mengenai Reksadana Syariah bisa didapatkan dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Manajer Investasi yang memiliki Reksadana Syariah dan juga Agen Penjual Reksadana (APERD).
 
 2. Perbedaan pada Reksadana Syariah adalah antara lain:
•    Mengacu pada Fatwa No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksadana Syariah yang berbunyi:
“Hasil investasi yang dibagikan harus bersih dari unsur non-halal, sehingga Manajer Investasi harus melakukan pemisahan bagian pendapatan yang mengandung unsur non halal dari pendapatan yang diyakini halal”
•    Terjadinya Akad. Akad syariah ini bisa meliputi akad kerjasama (musyarokah), sewa-menyewa (ijarah), dan akad bagi hasil (mudharabah) dalam mekanisme kegiatan Reksa Dana Syariah. Hal ini pun tecantum pada bab II Fatwa MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah.
•    Pada setiap Reksadana Syariah wajib terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS adalah sekumpulan orang yang bertugas untuk melakukan pengawasan terkait beragam hal pada investasi syariah.
•    Adanya proses cleansing, yaitu proses pembersihan dari hal-hal yang dapat mengganggu status kehalalan dari hasil yang didapat selama proses investasi berlangsung yang dilakukan oleh DPS. Dari proses cleansing ini, hasil investasi non-halal akan disumbangkan pada hal-hal yang bersifat amal. Tujuan proses cleansing salah satunya adalah melakukan proses pembersihan dari riba.
•    Efek atau aset investasi telah diseleksi oleh OJK ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diawasi oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). DES menjadi acuan atau pedoman bagi Reksadana Syariah dalam menempatkan dana kelolaannya. Efek yang dapat masuk ke dalam DES ini harus memiliki beberapa ketentuan yang sesuai dengan syariah.

3. Minat untuk berinvestasi di Reksadana Syariah memang masih sangat kurang. Menurut kami, masih perlu dilakukan usaha yang lebih keras lagi untuk mensosialiasikan dan mengedukasi masyarakat. Usaha untuk melakukan edukasi dan penyebaran informasi mengenai Reksadana Syariah terus dilakukan baik oleh regulator maupun pelaku pasar lainnya dengan diadakannya Sosialisasi, Edukasi, Pameran, talkshow dan kegiatan lainnya yang secara gencar dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Semoga usaha ini pada akhirnya akan memberikan dampak yang positif.

Semoga jawaban kami cukup jelas dan berguna bagi Bapak. Semoga sukses berinvestasi di Reksadana.


Pertanyaan lainnya

Penasaran? tanyakan saja




Feedback   ↑ x